Kamis, 20 Juni 2013

Wisata Ruhani Masjid Kampus Undip



PEMBAGIAN SIFAT-SIFAT YANG DIMILIKI MANUSIA

Sifat manusia berada di dalam diri manusia itu sendiri dan sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Sifat manusia ada dua jenis, yaitu taqwa dan sujur, dan Allah memberikan dua jalan hidup manusia kedalan dua jenis berupa jalan yang baik dan jalan yang buruk. Setiap orang dibebaskan untuk memilih jalan itu dan ditetapkan untuk bertanggung jawab atas dipilihnya. Itulah sebab, mengapa manusia memiliki akal untuk berfikir dan hati untuk merasakan dan menghayati.
Manusia bukanlah hewan yang tak memiliki akal. Disinilah letak perbedaannya, dimana manusia memiliki pilihan dan harus mempertanggungjawabkannya, namun hewan hanya diberi satu ketetapan yang harus diterima, lalu sebagai imbalannya maka hewan tidak memiliki akal sehingga tak harus berfikir atas perbuatannya. Jalan takwa adalah garis yang telah ditetapkan dan diberikan oleh Allah dengan baik. Untuk tetap di jalan takwa, maka perlu adanya penjagaan diri, menjaga diri supaya tetap istiqomah. Saat iki kita berada pada lingkungan yang serba ada (ilmu bermanfaat, ilmu tak bermanfaat, musuh, sahabat, motivator, pencela, dll) dan semua yang disekitar kita diciptakan untuk kesejahteraan ummat Muslim.
Setiap manusia pasti memiliki dosa. Hanya Rasulullah yang tidak memiliki dosa. Rasulullah SAW juga pernah memiliki kesalahan, namun Rasulullah memiliki keistimewaan dijamin masuk surga dan diampuni kesalahannya. Penyakit berupa kesalahan tersebut ibarat bintik hitam dihati. Jika dibiarkan, maka lama kelamaan akan mengembang menjadi besar. Bintik hitam tersebut harus dihapus dengan kegiatan-kegiatan yang baik, amalan-amalan yang bermanfaat. Salah satu caranya, adalah senantiasa beristigfar dimanapun berada, asalkan tempatnya benar. Contoh lain dari sifat buruk adalah debu yang menempel pada kaca. Jika diibaratkan kaca adalah hati kita, maka ketika kaca itu kotor tertutup debu berarti bayangan kita menjadi bias ketika kita melihatnya. Kita tak tahu seperti apa diri kita, kita tak tahu bagai mana jalan hidup dan bentuk kita yang sesungguhnya.
Dalam sebuah hadis, dijelaskan yang kesimpulannya ialah ketika seorang hamba berdosa, maka akan terbentuk titik hitam. Setelah dibersihkan, maka akan terlepas dan bersih menjadi seperti sediakala. Jika terjadi kesalahan lagi, maka akan terbentuk titik hitam kembali. Pembersihan dosa dapat dilakukan dengan Ilmu pengetahuan.
1.       Pandai bersyukur
-    Bangun tidur, Alhamdulillah..
-    Selesai makan, Alhamdulillah..
-    Selesai ujian, Alhamdulillah..
-    Selesai remidi, Alhamdulillah..
-    Sakit, Alhamdulillah dikasih waktu untuk istirahat..
2.       Sabarà Allah bersama orang-orang yang bersabar.
3.       Berbelas kasihan terhadap semua makhluk ciptaan Allah
4.       Penyayang
5.       Santun dan bijaksana, suaranya enak didengar dan nasehatnya tidak menyakiti hati.
6.       Selalu bertaubat, bahwa manusia yang suka beristigfar adalah manusia yang peka terhadap kekurangannya.
7.       Lemah lembut, peka terhadap kebutuhan orang lain. Baik teman ataupun keluarga
8.       Sangat jujur, kuncinya jika kita bisa jujur pada diri sendiri maka kita dapat jujur terhadap orang lain
9.       Dapat dipercaya, tidak menimbulkan keraguan oleh makhluk lain. Misal, tidak menggoda kucing dengan makanan.

Semua umat Muslim yang beriman, dijamin InsyaAllah masuk surga. Namun, entak kos dulu atau ngontrak dulu di neraka, maka itu sudah menjadi cerita yang lain, tergantung amalannya. Sekecil apapun keimanan, jaminannya adalah syurga. Jika kita beruntung, maka jaminannya adalah syurga. Seseorang yang dapat masuk surga, maka kemungkinannya ada dua macam, pertama karena kita beruntung dan yang ke dua karena Allah sayang kepada kita, atau bisa jadi kedua-duanya.
Pada dasarnya, jalan kebenaran itu adalah searah dan lurus.. namun di tepi banyak sekali persimpangan kecil yang indah dan menyesatkan. Selalu ada hal-hal yang menggoda, sehingga tak heran jika banyak sekali saudara-saudara kita yang terjerumus ke dalam tukungan-tikungan tersebut. Di penghujung jalan kebenaran itulah terletak surga, pintunya adalah kematian.
Selain kebaikan, terdapat pula hal-hal yang mengotori dan sifatnya kurang baik.
1.       Tergesa-gesa
2.       Berkeluh kesah
3.       Melampaui batas
4.       Sangat kikir, pelit bin medit
5.       Sangat ingkar/kafuro. Suka ngeyel dan membantah jika dinasehati, suka menutup-nutupi kesalahannya.
6.       Tidak tau berterima kasih, tidak dapat bersyukur
7.       Zalim
8.       Bodoh
Saat ini sudah mulai terjadi kebodohan dan kezaliman, dimana Masjid diperdagangkan penggunaannya demi kepentingan dunia. Hal ini merupakan keburukan yang sangat jauh dari syari’at. Masjid pada dasarnya adalah rumah Allah, dimana semua hambanya boleh bertamu dam beribadah kepadanya.
Manusia merupakan makhluk yang berproses, selalu berusaha mencapai ujung hidupnya/kematian. Sifat-sifat buruk itu tadi dapat diperbaiki, menggunakan pendekatan hati. Kita tidak dapat memperbaiki orang lain tanpa kita memiliki kebaikan dan sifat yang benar. Semua memiliki ujung dan jalan yang berbeda. Muara kehidupan tetap sama, ke hadapan lillahi rabbi Allah SWT....
Wassalammu’alaikum

Tidak ada komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini