Rabu, 13 Maret 2013

Hubungan Vitamin dan Metabolisme


Vitamin adalah zat organik (dibuat oleh tanaman atau hewan), mineral adalah elemen anorganik yang berasal dari tanah dan air dan diserap oleh tanaman atau dimakan oleh hewan. Tubuh membutuhkan jumlah yang lebih besar dari beberapa mineral, seperti kalsium, untuk tumbuh dan tetap sehat. Mineral lain seperti kromium, tembaga, yodium, besi, selenium, dan seng disebut trace mineral karena Anda hanya perlu jumlah yang sangat kecil dari mereka setiap hari.

Mineral merupakan  nutrisi penting untuk pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Sebagian besar manusia yang sering sakit-sakitan, bisa jadi karena kekurangan mineral, atau bahkan justru kelebihan. Hal ini disebabkan karena kita belum mengetahui tentang pentingnya memiliki pengetahuan tentang masalah ini.  

Dalam kehidupan sehari-hari, tubuh kita membutuhkan bahan makanan yang mengandung vitamin dan mineral untuk menjaga tubuh agar tetap bertenaga dan menambah semangat kerja. Pada umumnya, kita mengkonsumsi makanan berupa nasi, jagung, gandum, sagu dan singkong sebagai makanan pokok, tergantung asal daerah kita dan jenis makanan pokoknya. Selain makanan yang mengenyangkan, manusia juga suka mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran yang notabenenya, di dalam makanan tersebut mengandung banyak sekali vitamin dan mineral.

Dari sekian banyak makanan yang dikonsumsi,  sebagian besar dari kita tidak tidak pernah berfikir, seperti apa perjalanan makanan yang masuk dalam tubuh. Apa pengaruh makanan yang kita konsumsi terhadap proses metabolisme tidak pernah terpikirkan, bahkan terbayangkan saja tidak. Tahunya, setelah makan buah dan sayuran, tubuh menjadi bertenaga, stamina meningkat, tubuh bugar, bergairah dan semangat menjalani hidup semakin meningkat.

Di dalam kehidupan bermasyarakat, sering kita dengar istilah vitamin. Banyak juga masyarakat yang punya slogan “jika ingin sehat minum vitamin yang banyak”. Di era kehidupan yang modern dan serba canggih ini, banyak ditawarkan aneka makanan olahan dan minuman ringan yang mengandung vitamin dan mineral tertentu. Alasannya, untuk menggantikan bahan makanan yang mengandung vitamin, dimana bahan makanan tersebut sulit didapatkan dan sulit pengolahannya. Sehingga dibuatlah makanan serta minuman bervitamin dan mineral yang siap saji. Selain itu, sebagian besar masyarakat di daerah lain mulai kembali ke alam dengan mengkonsumsi makanan-makanan organik.

Makanan organik yang dimaksud yaitu sayuran dan buah-buahan yang dihasilkan dari kebun/ladang yang penanamannya terlepas dari obat-obatan/pupuk kimia. Makanan-makanan organik yang dikonsumsi tersebut, ternyata berhubungan juga dengan yang namanya vitamin dan mineral. Kebutuhan terhadap pola makan sehat dan kesehatan badan menjadi tujuan/prioritas utama dalam mencari bahan makanan yang baik dan sehat untuk konsumsi sehari-hari. Sedangkan bagi mereka yang bekerja di perkantoran, dengan jam kerjanya yang tentunya lebih lama, butuh waktu lembur dan menguras tenaga ekstra banyak, mereka gunakan sebagai alasan untuk mengkonsumsi suplemen mineral dan vitamin hasil buatan pabrik.

Makanan dan minuman siap saji yang beredar di pasaran, kebanyakan mengandung bahan-bahan berbahaya yang harus diwaspadai. Lepas dari itu semua, ternyata vitamin memiliki banyak teka-teki. Selain dampak yang ditimbulkan akibat kekurangan, juga mampu menimbulkan berbagai masalah jika terlalu kelebihan. Hal ini tak lain adalah karena kita kurang memahami bagaimana seharusnya tubuh kita mengkonsumsi vitamin dan mineral yang ideal dan benar.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai vitamin, maka terlebih dahulu kita harus tahu apa itu yang dimaksud vitamin. Vitamin yaitu zat organik yang dihasilkan oleh tanaman maupun hewan, atau boleh kita katakan bahwa didalam sayur-sayuran atau tanaman dan juga di dalam tubuh hewan, terdapat kandungan vitamin yang penting bagi tubuh. Paling tidak, ada 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh kita, supaya dapat tumbuh dan  berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat)

Penting sekali peranan vitamin dalam tubuh. Namun, tubuh kita hanya mampu menghasilkan vitamin D dan K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Oleh karena itu, tubuh memerlukan asupan vitamin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Buah-buahan dan sayuran terkenal memiliki kandungan vitamin yang tinggi dan hal tersebut sangatlah baik untuk tubuh. Asupan vitamin lain dapat diperoleh melalui suplemen makanan.

Pada proses metabolisme tubuh, vitamin memegang peran sangat vital, terlebih yang tidak dihasilkan oleh tubuh. vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal. Setiap vitamin yang kita butuhkan memiliki peran sepesifik dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.

Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Gangguan kesehatan ini dikenal dengan istilah avitaminosis.

Sebagai contoh bahwa dalam metabolisme tubuh, vitamin bekerja secara spesifik dan memegang peranan penting adalah :
ü Vitamin A
Vitamin A dalam metabolisme, selain berfungsi membentuk indra penglihatan juga  berperan dalam menjaga kesehatan kulit dan imunitas terhadap tubuh. Jika terjadi defisiensi, maka yang terjadi adalah mengalami rabun senja dan katarak. Selain itu, kekuragan vitamin ini juga dapat menurunkan daya tahan tubuh, infeksi pernafasan dan kondisi kulit kurang sehat. Tidak hanya itu, kelebihan vitamin A juga dapat berdampak buruk pada tubuh, berupa keracunan. Beberapa dampak yang ditimbulkan jika kelebihan yaitu, pusing-pusing, kulit kering bersisik, kerontokan rambut dan mudah pingsan

ü Vitamin B
Vitamin B berperan penting dalam metabolisme, terutama dalam pelepasan energi saat kita beraktifitas. Sesuai fungsinya didalam tubuh saat metabolisme, yaitu sebagai senyawa koenzim yang dapat meningkatkan laju reaksi metabolisme tubuh terhadap berbagai jenis sumber energi

ü Vitamin B1
Vitamin B1 berperan membantu proses metabolisme protein dan lemak. Bila terjadi defisiensi vitamin B1, kulit akan mengalami berbagai gangguan, seperti kulit kering dan bersisik.Tubuh juga dapat mengalami beri-beri, gangguan saluran pencernaan, jantung, dan sistem saraf.

ü Vitamin B2
Vitamin B2 banyak berperan didalam tubuh manusia, sebagai salah satu kompenen koenzim flavin mononukleotida (flavin mononucleotide, FMN) dan flavin adenine dinukleotida (adenine dinucleotide, FAD). Kedua enzim ini berperan penting dalam regenerasi energi bagi tubuh melalui proses respirasi. Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan molekul steroid, sel darah merah, dan glikogen, serta menyokong pertumbuhan berbagai organ tubuh, seperti kulit, rambut, dan kuku. Defisiensinya dapat menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh, kulit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, dan sariawan.

ü Vitamin B3
Vitamin ini berperan penting dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi, metabolisme lemak, dan protein. Di dalam tubuh, vitamin B3 memiliki peranan besar dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah tinggi, penyembuhan migrain, dan vertigo. Berbagai jenis senyawa racun dapat dinetralisir dengan bantuan vitamin ini. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekejangan, keram otot, gangguan sistem pencernaan, muntah-muntah, dan mual.

ü Vitamin B5
Vitamin B5 berperan besar dalam berbagai jenis metabolisme, seperti dalam reaksi pemecahan nutrisi makanan, terutama lemak. Juga menjaga komunikasi yang baik antara sistem saraf pusat dan otak dan memproduksi senyawa asam lemak, sterol, neurotransmiter, dan hormon tubuh. Seperti halnya vitamin B1 dan B2, defisiensi vitamin B5 dapat menyebabkan kulit pecah-pecah dan bersisik. Selain itu, gangguan lain yang akan diderita adalah keram otot serta kesulitan untuk tidur.

ü Vitamin B6
Vitamin B6, atau dikenal juga dengan istilah piridoksin, merupakan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan tubuh. Vitamin ini berperan sebagai salah satu senyawa koenzim A yang digunakan tubuh untuk menghasilkan energi melalui jalur sintesis asam lemak, seperti spingolipid dan fosfolipid.Selain itu, vitamin ini juga berperan dalam metabolisme nutrisi dan memproduksi antibodi sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap antigen atau senyawa asing yang berbahaya bagi tubuh. Kekurangan vitamin ini dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, keram otot, dan insomnia.

ü Vitamin B12
Vitamin B12 atau sianokobalamin merupakan jenis vitamin yang hanya khusus diproduksi oleh hewan dan tidak ditemukan pada tanaman. Oleh karena itu, vegetarian sering kali mengalami gangguan kesehatan tubuh akibat kekurangan vitamin ini.Vitamin ini banyak berperan dalam metabolisme energi di dalam tubuh. Vitamin B12 juga termasuk dalam salah satu jenis vitamin yang berperan dalam pemeliharaan kesehatan sel saraf, pembentukkan molekul DNA dan RNA, pembentukkan platelet darah. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan anemia (kekurangan darah), mudah lelah lesu, dan iritasi kulit

ü Vitamin C
Vitamin C (asam askorbat) banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Di dalam tubuh, vitamin C berperan sebagai senyawa pembentuk kolagen yang merupakan protein penting penyusun jaringan kulit, sendi, tulang, dan jaringan penyokong lainnya.  Vitamin C merupakan senyawa antioksidan alami yang dapat menangkal berbagai radikal bebas dari polusi di sekitar lingkungan kita juga vitamin C dapat membantu menurunkan laju mutasi dalam tubuh sehingga risiko timbulnya berbagai penyakit degenaratif, seperti kanker, dapat diturunkan.Selain itu, vitamin C berperan dalam menjaga bentuk dan struktur dari berbagai jaringan di dalam tubuh, seperti otot. Vitamin ini juga berperan dalam penutupan luka saat terjadi pendarahan dan memberikan perlindungan lebih dari infeksi mikroorganisme patogen. Melalui mekanisme inilah vitamin C berperan dalam menjaga kebugaran tubuh dan membantu mencegah berbagai jenis penyakit. Defisiensi vitamin C juga dapat menyebabkan gusi berdarah dan nyeri pada persendian. Akumulasi vitamin C yang berlebihan di dalam tubuh dapat menyebabkan batu ginjal, gangguan saluran pencernaan, dan rusaknya sel darah merah

Tidak ada komentar: